IMG-20160229-WA0008

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menghadiri sosialisasi Layanan Administrasi Kependudukan One Hour and One Day Service. Senin (29/2/2016). (Foto: Nurul/ Diskominfo)

depok.go.id – Layanan administrasi kependudukan One Hour and One Day Service telah diluncurkan secara resmi oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna di Kecamatan Cimanggis.  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Misbahul Munir memastikan sudah menyediakan blanko e-KTP, KK, dan Akta Kelahiran dengan jumlah yang baik.

“Blanko tersedia dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan itu disediakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kota Depok ini tersedia dan mudah-mudahan tidak ada kendala dengan ketersediaan blanko,” ujar Munir, Senin (29/2/2016).

Lebih dalam, mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) mengungkapkan bahwa program layanan administrasi kependudukan ini dalam rangka menunjang program kerja 100 hari pertama Walikota dan Wakil Walikota Depok terpilih. Dalam 100 hari ini, dikatakan olehnya aparatur pemerintah akan bekerja hingga pukul 22.00 WIB.

“Program ini memberikan pelayanan administrasi kependudukan di tempat dan dilakukan 11 kecamatan. Pelayanan ini kami selesaikan selama 100 hari dan di luar Standar Operasional Prosedur (SOP). Kalau berdasarkan SOP, pembuatan akta kelahiran selama 30 hari. Selama program 100 hari kerja tersebut, para aparatur pemerintah akan bekerja hingga pukul 22.00 WIB untuk melayani administrasi penduduk,” tuturnya.

Meskipun demikian, dirinya tidak menampik apabila ada tindakan oknum atau calo yang biasa membantu warga melakukan pengurusan administrasi kependudukan. Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut disdukcapil terus melakukan sosialisasi ke masyarakat jika pelayanan Disdukcapil itu gratis.

Sementara itu, Drajat Karyoto, Lurah Tugu, yang merupakan salah satu Lurah yang hadir dalam peluncuran dan sosialiasi pelayanan administrasi kependudukan mengatakan pihaknya siap menjalankan program tersebut. Dengan catatan bagi warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan di Kelurahan sudah membawa pengantar dari RT dan RW tempatnya tinggal.

“Kalau ditanya siap tentu kami siap. Untuk di Kelurahan Tugu dalam sehari ada sekitar 30-40 warga yang ingin membuat KTP.  Kalau sesuai SOP- nya kan selesai 14 hari, namun ini kan satu hari dan gratis. Namun, dengan syarat bawa pengantar dari RT dan RW saja,” katanya. (Nurul Hasanah/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :