inne

Kepala Bekraf, Triawan Munaf (kiri) bersama Inne R. A. (Tengah) dan Ketua CIRI Ayu Heni Rosan saat penutupan pelatihan Coding Mum di Grand Kemang Hotel, Minggu (09/04/2017). (Foto: Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id-   Dengan menjadi ibu rumah tangga, bukan berarti wanita harus tinggal di rumah dan mengurus keluarga. Beberapa ibu rumah tangga kini banyak yang menjadi wiraswasta dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Ibu rumah tangga pun mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi internet untuk membantu mereka tetap produktif di rumah saat merawat anak dan keluarga.

Salah satunya adalah ibu rumah tangga yang merupakan warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Inne R. A (33). Dirinya aktif mengajak seluruh perempuan Depok untuk mengembangkan diri dalam teknologi informasi melalui pelatihan Coding Mum.

Inne mengatakan, pelatihan Coding Mum adalah gerakan pemberdayaan perempuan yang diinisiasi oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) yang bekerjasama dengan 7-Eleven Indonesia dan  PT Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space). Gerakan ini merupakan rangkaian pendidikan dan pelatihan (diklat) bahasa  untuk pemrograman perempuan, khususnya para ibu rumah tangga.

“Saya sendiri ikut di salah satu kelas Coding Mum bekerjasama dengan Citra Kartini Indonesia (CIRI), Kolla dan Bekraf atas rekomendasi dari Komunitas Depok Menulis dan Sisternet. Saat saya mengikuti pelatihan tersebut, ternyata saya didaulat sebagai trainer Coding Mum,” jelasnya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Menurut Inne yang memiliki satu anak tersebut, Coding Mum adalah pelatihan pemrograman untuk para ibu rumah tangga agar dapat bekerja dari rumah sebagai freelancer dalam memprogram aplikasi web dan mobile.  Selain mendapatkan ilmu front-web development, Coding Mum sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menjual jasa pembuatan front-end website. 

“Alhamdulillah, saat ini saya sudah mendapatkan order untuk pembuatan situs. Salah satunya adalah situs depokmenulis.com. Salah satu yang menyenangkan bagi saya adalah karena selama mengikuti pelatihan ini, saya boleh membawa anak Asaboy. Jadi saya bisa belajar tanpa meninggalkan Asaboy di rumah,” tuturnya.

Dikatakannya, bagi para ibu rumah tangga lainnya atau yang memutuskan dari wanita karier menjadi ibu rumah tangga. Mereka dapat mengembangkan diri dari rumah. Dengan memprioritaskan keluarga, mereka juga dapat mengembangkan potensi di bidang teknologi, agar bisa mendidik anak-anak di jaman seperti sekarang.

“Ibu adalah sekolah utama bagi anak, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik,” tuturnya.

Inne menambahkan, hingga kini, pelatihan Coding Mum di Depok belum ada. Meski begitu, dirinya berharap agar para ibu di Kota Depok juga akan mendapatkan kesempatan pelatihan ini di masa mendatang. Inne menuturkan, pelatihan Coding Mum baru ada di sepuluh kota dan empat negara di dunia.

“Sebagai seorang ibu, saya mengajak untuk bergerak dan terus belajar, demi menghasilkan generasi terbaik. Karena itu, saya membangun situs ibutekno, agar para ibu yang belum mendapat kesempatan ikut kelas Coding Mum dapat belajar sendiri di rumah, tandasnya.

Penulis: Janet Swastika

Editor : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :