Suasana sosialisasi dan evaluasi calon PKM oleh para pendamping PKH. ( Foto: Janet/Diskominfo)

Puluhan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Depok saat ini tengah melakukan sosialisasi dan validasi data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di 63 kelurahan. Kegiatan ini berkaitan dengan ditambahnya kuota KPM sebanyak 10.662 oleh pemerintah pusat.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Depok, Tri Redjeki Handayani mengatakan, penambahan tersebut berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial. Namun, pemerintah daerah tetap harus melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

“Validasi data itu dilakukan oleh para pendamping PKH agar tepat sasaran, karena calon KPM harus masuk dalam kriteria. Misalnya, ibu hamil/nifas/menyusui, balita, anak yang masih sekolah, disabilitas dan adanya lansia,” ujarnya kepada depok.go.id, Kamis (29/08/2019).

Dirinya menjelaskan, berdasarkan data PKH di Kota Depok berjumlah 21.734 dengan 52 pendamping PKH. Untuk itu, Dinas Sosial bersama pendamping PKH berupaya agar calon KPM dapat sesuai kriteria dan tepat sasaran.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kota Depok, Fauzi Ramdan menuturkan, saat ini pihaknya telah memverifikasi 75 persen data calon KPM. Sedangkan sisanya terus dikejar dan akan diselesaikan sesuai jadwal.

“Sosialisasi dan validasi di lapangan itu sampai dengan Jumat 30 Agustus 2019. Sampai hari ini pendamping PKH masih keliling melakukan validasi kepada 25 persen sisanya. Setelah 100 persen, kami akan memasukkan data melalui e-PKH sampai dengan tanggal 3 September 2019,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :