depok.go.id – Untuk menekan angka kekerasan pada anak, Ketua Divisi Kemitraan dan Kerjasama Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Yeni huryani menghimbau kepada para orangtua untuk dapat memberikan waktu untuk mendampingi anaknya. Orangtua harus memahami pentingnya mendampingi anak untuk memberikan perhatian dan pelindungan.

“Saat ini banyak orangtua yang memiliki sedikit waktu untuk mendampingi anaknya, hal tersebut harus dihindari,” ujar Yeni beberapa waktu lalu.

Hal itu justru berdampak negatif di mana anak menjadi kurang terperhatikan, terlebih komunikasi orangtua dan anak juga terhambat karena digitalisasi. Kurangnya perhatian dan perlindungan ini justru dapat menjadi kesempatan bagi pelaku kekerasan anak untuk menjalankan aksinya.

“Perlu diketahui bahwa para predator anak ini selalu memberikan perhatian dan kenyamanan pada korbannya, setelah anak merasa nyaman baru lah mereka melakukan kekerasan seksual kepada anak,” jelasnya.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh beliau, karena seharusnya perhatian, kenyamanan dan rasa aman justru harus didapatkan anak dari orangtuanya sendiri dirumah. Jika hal tersebut tidak didapatkan dirumah, maka anak akan mencarinya di tempat lain yang justru menjadi bumerang.

Beliau juga mengatakan bahwa pihak P2TP2A meluncurkan gerakan 20 menit orang tua mendampingi anak, program ini untuk menyadarkan peran dan fungsi orangtua dalam keluarga. Dengan adanya program ini diharapkan orangtua dapat menyisihkan waktu untuk sekedar berkomunikasi secara langsung dengan anak, bantu anak mengerjakan PR, dampingi anak belajar mengaji, atau hanya sekedar menonton TV bersama.

“Intinya harus ada interaksi dan komunikasi yang baik dari orangtua dan anak sehingga ada keterbukaan, para orang tua harus tahu tumbuh kembang anak. Dengan begitu anak akan merasa aman dan nyaman,” tutupnya.  Penulis: Rysko/ Diskominfo

Bagikan post melalui :