paguyuban pasundandepok.go.id – Nilai budaya Sunda disinyalir banyak menyumbang kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat. Cita-cita untuk memajukan masyarakat dan melestarikan kesenian Sunda itu tercermin dalam sebuah organisasi kenamaan Paguyuban Pasundan.

Menurut Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, keberadaan dan keberlangsungan budaya Sunda ditentukan oleh seberapa besar kontribusi budaya ini terhadap kepentingan masyarakat. Menjaga eksistensi budaya Sunda bukan dengan memaksakan budaya lain mengakui budaya ini, melainkan diwujudkan dalam upaya nyata memberikan kontribusi menyejahterakan masyarakat. Atas hal tersebut, Nur Mahmudi mengungkapkan bahwa Paguyuban Pasundan berperan besar dalam memberikan dan menjaga peradaban asli Indonesia.

“Paguyuban Pasundan yang memiliki asas Pancasila dan Ketuhanan Yang Maha Esa Islam ini keberadaannya sangat penting karena dapat memberi kontribusi bagi peradaban,” ujar Nur Mahmudi saat melantik pengurus Paguyuban Pasundan Kota Depok periode 2015-2020 di aula lantai 1 Gedung Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok.

Mantan Menteri Kehutanan di Era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengucapkan selamat bertugas kepada Ketua Paguyuban Pasundan Kota Depok yang terpilih, yakni MQ.  Wisnu Aji, serta jajaran pengurus di bawahnya. Dirinya berharap pengurus yang baru dapat bekerjasama dengan Pemkot Depok dalam rangka menngisi pembangunan di Kota Depok.

Sementara itu, ditemui usai dilantik, MQ Wisnu Aji berjanji dalam periode kepengurusannya kelak akan berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat Sunda yang ada di Kota Depok. Selain itu dirinya berharap agar masyarakat Sunda dapat berperan aktif di bidang pendidkan, serta menjaga kearifan lokal Sunda.

“Budaya dan kearifan lokal Sunda yang kita junjung tinggi apabila tidak dijaga bisa-bisa akan tergerus oleh perkembangan zaman, tentu hal ini tidak kita inginkan,” tutur Wisnu Aji. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :