sidak pasar_2

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pagi tadi melaksanakan Sidak gabungan ke pasar tradisional, Selasa (29/12/2015). (Foto: Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pagi tadi melaksanakan Sidak gabungan ke pasar tradisional, Selasa (29/12/2015). Tim gabungan dari Bagian Ekonomi Setda Kota Depok, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pertanian, Disperindag Kota Depok dan Polresta Depok pagi tadi menyisir ke Pasar Agung dan Musi.

Kabag Ekonomi Setda Kota Depok, Dwi Rachma, mengatakan bahwa sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya bahan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi masyarakat. Zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil merupakan zat berbahaya yang kerap ditemukan dalam makanan.

“Zat-zat tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi, biasanya zat dicampur ke makanan seperti  tahu, bakso dan lainnya,” ujar Dwi.

Dwi menambahkan bahwa pedagang nakal yang barang dagangannya mengandung zat berbahaya bisa terancam sanksi, menurut UU pengendalian dan pengawasan bahan pangan dapat dijatuhi hukuman denda 300 juta atau kurungan 3 bulan. Namun hal tersebut tentunya akan diserahkan ke pihak kepolisian, sedangkan pihak Pemkot hanya akan memberikan teguran dan pembinaan ke pedagang di pasar.

“Pedagang akan diberikan teguran jika memang mereka mengambil barang dari pedagang atau agen lain, namun jika memang mereka yang mencampur bahan terlarang tersebut maka segera akan ditindak oleh kepolisian,” tambahnya.

Dwi berharap dengan adanya Sidak ini para pedagang dapat lebih teliti lagi dalam menjajakan dagangannya, karena kebanyakan pedagang di Depok mengambil barang dagangan dari wilayah lain. Selain itu koordinasi dengan kepolisian juga terus akan ditingkatkan untuk mengusut penyuplai dagangan tersebut.

“Secara pidana kepolisian yang akan bertindak, makanya harus ada kerjasama antara Pemkot dengan kepolisian. Tak hanya kepolisian Depok saja, tapi juga wilayah lain karena penyuplai dagangan di Depok rata-rata dari wilayah lain,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :