Jpeg

Safiah Zuhra, pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Depok.

depok.go.id – Menjadi pahlawan tidak harus berperang melawan penjajahan seperti saat perjuangan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan. Begitupun untuk menjadi pahlawan lingkungan sesungguhnya tidak hanya orang dewasa saja yang dapat meraih gelar tersebut, namun sekumpulan generasi muda yang tergabung dalam wadah Pramuka dapat juga menjadi pahlawan lingkungan.

“Bagi para anggota Pramuka  tidak harus membawa senjata untuk menjadi pahlawan khususnya di bidang lingkungan, cukup dengan mengamalkan dasa darma Pramuka,” ujar pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Depok, Safiah Zuhra, Selasa (29/12/2015).

Safiah menambahkan, dasa darma yang dimaksud sebagaimana tercantum dalam poin kedua, yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Melalui dasa darma ini, apabila setiap anggota Pramuka di tiap jenjangnya mengamalkan dan mengimplementasikan maka akan terpatri jiwa peduli terhadap lingkungan.

“Dalam dasa darma Pramuka kedua sudah jelas tercantum bahwa dalam diri anggota Pramuka harus tertanam kecintaan kepada alam dan itu harus diimplementasikan dengan menjaga lingkungan yang ada di sekolah maupun sekitar rumahnya,” imbuh Pengawas SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok tersebut.

Dirinya berharap dasa darma yang menjadi pedoman tetap dilaksanakan dan ditambah dengan peningkatan pengetahuan mengenai pengenalan Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru yang terdiri dari 3 Krida, yaitu Krida 3R (Reduce, Reuce dan Recycle), Krida Perubahan Iklim, dan Krida Konservasi dan Keragaman Hayati.  Melaui ketiga Krida tersebut, generasi muda dapat mengaplikasikan dan praktek langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya saja, untuk Reduce sampah, bisa membawa bekal makan ke sekolah sehingga siswa tidak perlu membeli makanan di sekolah yang dapat menyumbang timbunan sampah, atau dengan melakukan recycle sampah yang masih bisa dipergunakan untuk dibuat sejenis kerajinan tangan tentunya dengan bimbingan bapak dan ibu guru,” tandas Safiah seraya mencontohkan. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :