Pemusnahan Minuman Beralkohol Hasil Razia Gabungan 4

Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Pengaruh minuman keras (miras) menjadi muara setiap tindak kejahatan. Karena efeknya yang sangat berbahaya, Pemkot Depok menyatakan zero toleran terhadap peredaran miras di kota yang bervisi unggul, nyaman, dan religius tersebut.

“Miras ini menjadi pemicu utama tindak kriminal. Untuk itu kami berupaya melakukan kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan moral masyarakat terutama di Depok ini. Karena miras ini juga sudah melanggar norma kenegaraan dan norma agama,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris, usai melakukan pemusnahan miras di Halaman Balai Kota Depok, Jumat (29/12/17).

Pemimpin Kota Depok itu menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Polresta Depok dan Kodim 0508 Depok, juga telah menetapkan Kota Depok sebagai zero toleran untuk miras. Ketegasan Pemkot Depok ini, diharapkan menjadi pesan ke masyarakat yang masih membandel untuk segera meninggalkan minuman haram tersebut.

“Kami bersama Forkopimda akan terus melakukan razia dan perketat pengawasan serta peredaran miras, agar tidak ada lagi ruang bagi pengedar barang haram tersebut,” tegasnya.

Tak lupa dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya remaja yang menjadi penerus generasi bangsa untuk menjauhi miras dan mengisi waktu dengan kegiatan positif.

“Ke depan, kita ingin lakukan kegiatan preventif terhadap aktivitas penyimpangan sosial dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan positif, serta melakukan pembinaan anak muda dan remaja agar tidak terlibat dalam aksi geng motor, tawuran, miras dan narkoba. Mudah-mudahan melalui aksi ini, terlahir remaja yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Untuk diketahui, pagi ini sebanyak 5.141 botol miras berbagai merek dimusnahan Satpol PP. Barang bukti ini merupakan hasil operasi Satpol PP selama kurun waktu tujuh bulan terakhir, atau dari bulan Juni hingga Desember 2017.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :