Sekber Ciliwung

KOMPAK: Sekretariat Bersama (Sekber) Sahabat Ciliwung gencar melakukan edukasi pengenalan sungai sebagai ekowisata di Kota Depok, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Guna menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok ke-18, Sekretariat Bersama (Sekber) Sahabat Ciliwung akan menggelar Festival Rakyat Ciliwung. Rencananya rangkaian kegiatan tersebut bakal diadakan mulai tanggal 12 Maret hingga 30 April 2017.

Koordinator Sekber Sahabat Ciliwung, Hidayat Al Ramdani mengatakan, kegiatan Festival Rakyat Ciliwung merupakan kali ketiga yang digagas oleh mereka. Sebelumnya, gelaran yang memfokuskan pada aksi pelestarian lingkungan tersebut bernama Pesta Rakyat Ciliwung.

“Kami akan banyak menggandeng komunitas seperti Komunitas Peduli Pasanggrahan Depok (KP2D), Yayasan Sahabat Ciliwung, Centeng Budaya Perduli Kali, dan Depok Climbing Club (DCC). Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat mengedukasi warga yang ada di sepanjang bantaran sungai,” katanya kepada depok.go.id, Rabu (29/03/2017).

Menurutnya, berbagai rangkaian Festival Rakyat Ciliwung akan dilakukan seperti acara Arung Budaya, pihaknya akan mengajak beberapa sekolahan di Depok. Kemudian, rangkaian tersebut akan ditutup oleh acara puncak yaitu Arung Ciliwung Sahabat Keluarga pada 30 April 2017

“Lalu ada acara pengecatan Jembatan Panus pada tanggal 17 April hingga 27 April 2017 yang berkerja sama dengan Depok Climbing Club bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok dan didukung oleh dinas-dinas terkait. Diharapkan dengan pengecatan itu dapat menjadi upaya pelestarian benda cagar budaya bersejarah Depok yaitu Jembatan Panus,” tuturnya.

Dengan Festival Rakyat Ciliwung, diharapkan seluruh elemen mulai dari eksekutif, legislatif hingga masyarakat dapat ikut dalam kegiatan tersebut. “Hal itu penting agar menjadikan Sungai Ciliwung sebagai wisata unggulan Kota Depok,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Pasanggrahan Depok (KP2D), Nurdiansyah menuturkan, pihaknya akan ikut meramaikan rangkaian Festival Rakyat Ciliwung melalui penanaman pohon dan arung budaya di Sungai Pesanggrahan

“Kami menanam pohon yang dapat menghasilkan buah seperti pohon sukun, mangga dan nangka,” ujarnya.

Nurdin (sapaannya) menambahkan, dengan adanya kegiatan tersebut, maka juga untuk edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga dan merawat sungai demi kelestarian lingkungan.

“Kegiatannya berbentuk pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk, penanaman pohon dan perawatan pohon,” tutupnya.

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :