Ribuan tenaga guru honorer tingkat TK-SMP Kota Depok berfoto bersama Wali Kota Depok, Kepala Disdik Depok, dan Kepala BKPSDM Kota Depok di Masjid Balai Kota. (Foto: BIma/Diskominfo)

depok.go.id –  Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan guru honorer di Kota Depok. Salah satunya, dengan menerapkan kebijakan standardisasi insentif yang diterima tenaga pendidik non-Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dengan ketentuan tersebut, diharapkan para guru honorer bisa lebih maksimal lagi dalam menunaikan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) di pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin di Masjid Balai Kota, Senin (30/04/2018).

Dikatakannya, sebelum tahun 2018 insentif yang diterima guru honorer beragam. Mulai dari Rp 400 ribu hingga satu Rp 1 juta. Namun, di tahun ini, imbuhnya, pihaknya telah menetapkan, minimal lulusan sarjana dengan masa kerja kurang dari empat tahun mendapatkan uang sebesar Rp 1,25 juta. Sementara untuk guru masa kerja lebih dari 12 tahun sekitar Rp 2,75 juta.

Thamrin menambahkan, peningkatan insentif tersebut dipengaruhi oleh meningkatkannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok. Dengan demikian, dirinya berharap, agar masyarakat Depok bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pembayaran pajak, karena berimbas kepada peningkatan PAD.

“Kalau PAD meningkat, secara tidak langsung akan banyak alokasi-alokasi dana yang bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan para guru honorer,” tutupnya.

Penulis: Pipin Nurullah

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :