Bunda Elly bersama Kak Resha beraksi mengkampanyekan SKPA. (Foto: Pipin/Diskominfo)

depok.go.id – Dalam mengkampanyekan Stop Kekerasan Pada Anak (SKPA), Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Depok, Elly Farida punya banyak cara kreatif. Salah satunya dengan mendongeng, yang dipilihnya sebagai alternatif untuk memberikan edukasi kepada anak-anak.

Bunda Elly, begitu dia disapa, cukup piawai dalam mendongeng seperti yang ditunjukkannya dalam Gebyar Ramadan hari ini di Kecamatan Cinere. Dirinya dengan luwes berduet bersama pendongeng Anak, Resha Rashtrapatiji atau Kak Resha, memainkan berbagai peran dengan cerita, Katakan Tidak Kalau Kau Diganggu.

“Cucuku, kamu harus hati-hati dengan orang asing. Apalagi kalau ada orang yang mau menyentuhmu,” kata Bunda Elly, yang berperan sebagai seorang nenek, dalam Gebyar Ramadan, di Kantor Kecamatan Cinere, Rabu (30/05/2018).

Dirinya berpesan, ada empat area tubuh yang tidak boleh disentuh, baik orang yang dikenal maupun orang asing. Yaitu, mulut, dada, bagian perut hingga lutut, dan pantat.

“Jadi kalau ada yang memaksa untuk menyentuh, katakan tidak atau teriak minta tolong,” ucapnya sambil berlari-lari kecil, dan diiringi gelak tawa anak-anak.

Suasana semakin menyenangkan, karena Kak Resha yang tampil sebagai anak penggembala kuda, mampu mengocok perut para penonton dengan tingkahnya yang jenaka. Terlebih, dalam adegan itu dia sempat berlari dari kejaran pria asing yang ingin memeluknya.

Sementara itu, Camat Cinere Muchsin Mawardi menuturkan, sengaja merangkaikan kegiatan pemberian santunan dengan dongeng. Muchsin berharap, ada pesan lain yang bisa dibawa oleh anak-anak dan menjadi bekal untuk masa depan mereka.

“Kita ingin menunjukkan bahwa predikat Kota Layak Anak yang diraih Kota Depok bukan sekadar nama, tetapi juga dibuktikan di tingkat wilayahnya,” tutupnya.

Penulis: Pipin Nurullah
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :