depok.go.id – Himpitan ekonomi yang melanda masyarakat serta buruknya keadaan politik yang tak kunjung reda menimbulkan stres bagi sebagian orang yang tidak siap menerima serta menjalani kehidupan yang semakin sulit. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah orang yang gangguan jiwa.

Dadang Wihana selaku Camat Sukmajaya mengungkapkan, berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 214 penderita gangguan jiwa tersebar di Sukmajaya. Upaya menghadapi masalah tersebut, Dadang segera mengambil sikap dengan memberikan sosialisasi pencegahan dan penanganan penderita gangguan jiwa sekaligus menghadirkan pakarnya untuk berkonsultasi.

“Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Sukmajaya beberapa hari terakhir merasa terganggu dan takut dengan penderita gangguan jiwa. Dari jumlah penderita yang mencapai 214 itulah kami merasa terpanggil untuk bisa menangani penderita,” ujar Dadang, belum lama ini.

Dadang menegaskan, Kecamatan Sukmajaya akan dibantu oleh beberapa pihak terkait ingin berkiprah dalam menangani penderita gangguan jiwa ini. Cara yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi serta berkoordinasi dengan RSUD untuk melakukan suatu tindakan seperti pemeriksaan kepada penderita. Jika didapatkan hasilnya positif gangguan jiwa, selanjutnya pihak RSUD akan merujuk ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki yang terletak di Bogor.

Dadang mengungkapkan, dari hasil evaluasi penanganan penderita gangguan jiwa yang dirawat di RS Jiwa Marzuki Bogor, diperlukan kasih sayang dan perhatian terhadap penderita, bukan malah dijauhi dan ditakuti keberadaannya.

Dadang berharap, dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan, mampu mencegah meluasnya pasien gangguan jiwa.

“Lakukanlah hal positif yang bisa dilakukan di sekitar lingkungan kita semata-mata demi menjaga kasih sayang di antara umat manusia,” imbau Dadang. (Vidyanita/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo).

Bagikan post melalui :