Rakorwil

Suasana saat berlangsungnya Rapat Koordinasi TPID se-Jabodetabek, Sukabumi, dan Cianjur yang digelar di Aula Edelweis, Balai Kota Depok (Rabu, 30/9/2015). (foto: Dewa Aji Panggalih – Diskominfo).

depok.go.id – Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Depok menggelar rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di aula lantai 5 Balai Kota Depok, Rabu (30/09/2015).

Asisten Eksbangsos Kota Depok Eka Bachtiar, Staff Ahli Kota Depok Eman Hidayat, serta seluruh perwakilan dari masing-masing daerah di Jabodetabek, Cianjur, dan Sukabumi turut hadir pada acara yang mengusung tema “Sinergitas Kerjasama Antar Daerah dalam Rangka Pengendalian Inflasi”. Selain itu, dalam Rakorwil tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia perwakilan Provinsi Jawa Barat Rizal Mulyana dan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Depok Tata Djumanta.

Kegiatan yang melibatkan beberapa daerah tersebut digelar dengan maksud agar adanya sinergitas antar wilayah dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi hasil pertanian, khususnya komoditas bahan pangan, sehingga tidak terjadi kekurangan bahan pangan karena sudah dilakukan koordinasi bersama.

Dalam paparannya, Asisten Eksbangsos Kota Depok, Eka Bachtiar mengungkapkan bahwa di Kota Depok saat ini ketersediaan makanan sebanyak 40 persen, sisanya berupa non pangan. Pada bahan pangan, yang unggul di Kota Depok yaitu sayuran, makanan minuman, dan selanjutnya bumbu-bumbuan.

“Depok mampu menghasilkan sayuran yang lebih, untuk bumbu-bumbu sangat terbatas, maka penjualannya lebih mahal,” tuturnya.

Sementara itu, narasumber dari Bank Indonesia perwakilan Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antar daerah tersebut dalam rangka pengendalian inflasi. “Saya mendukung penuh dengan kerjasama yang dilakukan ini, karena wilayah-wilayah ini mampu membantu 60 persen asupan di wilayah Jawa Barat,” ungkapnya. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :