IMG-20150813-WA0034

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, M. Fitriawan

depok.go.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok mengajak pengusaha Warung Internet (Warnet) agar lebih kreatif lagi mengelola usahanya. Menurutnya, ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Warnet sebaiknya tidak hanya sekedar menyediakan komputer dan jaringan internet saja, karena masih banyak sisi kreatif lain yang bisa diangkat dari Warnet,” ujar Kepala Diskominfo Kota Depok, M. Fitriawan.

Menurut Fitriawan, Warnet juga bisa memberikan jasa pembuatan poster atau media lain yang berhubungan dengan bidang desain. Selain itu, Warnet juga bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk  lebih memahami program-program di komputer, seperti photoshop, corel draw, dan lainnya.

Mantan Sekretaris Bappeda ini mengakui bahwa Warnet kerap menciptakan ekses-ekses negatif dalam masyarakat, misalnya adalah Warnet yang kerap menjadi ajang asusila, membuka situs pornografi, dan bahkan menjadi tempat anak-anak bolos sekolah.

“Hal yang akan terus kami tekankan adalah agar mereka tidak hanya mementingkan keuntungan bisnis saja, tapi juga turut berperan dalam memberikan pelajaran, menambah wawasan masyarakat, khususnya dalam bidang TI. Itu yang perlu kami arahkan fungsi utamanya ke situ,” ujarnya.

Depok sendiri sudah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika yang mengatur tentang Warnet ini. Nantinya, mereka harus mengikuti beberapa syarat yang sudah ditetapkan oleh Pemkot, di antaranya adalah secara fisik ruangan Warnet harus sehat, tidak boleh menggunakan sekat, harus memiliki toilet, memiliki penerangan cukup, serta menyediakan tempat ibadah dan parkiran.

“Kami coba meminimalisir penyalahgunaan Warnet melalui Perda ini, karena menurut laporan memang kerap terjadi hal negatif di Warnet. Contohnya adalah kami meminta Warnet menghilangkan sekat di Warnet agar tidak terjadi tindakan asusila dan jam buka Warnet juga dibatasi selama 15 jam dari pukul 08.00 s/d 23.00 WIB,” ujarnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :