Semarak pelaksanaan Pekan Permainan Tradisional (PPT) RW 14 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari. (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Ada hal yang berbeda dari Pekan Permainan Tradisional (PPT) yang rutin dilaksanakan di RW 14 Kelurahan /Kecamatan Bojongsari. Kalau biasanya dalam PPT hanya memperkenalkan berbagai permainan zaman dahulu (old), kali ini PPT juga menampilkan makanan tradisional.

Menurut Ketua Rukun Warga (RW) 14, Daud Sulaiman, warga antusias menghadiri acara tersebut. Mereka tak hanya bermain permainan tradisional, namun juga menikmati berbagai makanan zaman dahulu yang disiapkan panitia.

“Saya terharu dengan banyaknya orangtua yang hadir bersama anak-anak. Sebab, momen ini bisa dimanfaatkan untuk membangun kedekatan emosional keduanya,” ujar Daud kepada depok.go.id, di Bojongsari, belum lama ini.

Dikatakannya, lewat PPT, pihaknya mendukung terciptanya Depok Kota Layak Anak (KLA) melalui kegiatan di RW Ramah Anak. Sejumlah permainan tradisional yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bekel, yoyo, taplak, lompat tali, gangsing, benteng, dan damblas.

“Sasaran kami anak usia 1-12 tahun. Untuk remaja SMP dan SMA dijadikan penanggung jawab pendamping untuk anak kecil dan orangtua,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Remaja Bersaudara (Irda) Kelurahan Bojongsari, Erlando menuturkan, pihaknya senantiasa berinovasi agar kegiatan PPT bisa terus dipadati oleh masyarakat. Karena itu, berbagai makanan tradisional pun disiapkan, yaitu gatet, ongol, ketimus, getuk, kue cucur, comro, hingga tiwul.

“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat baik, lebih dari bulan sebelumnya. Semoga PPT akan datang bisa lebih menarik, sehingga anak-anak tahu berbagai permainan tradisional yang kami perkenalkan,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :