depok.go.id – Tingginya angka penyebaran penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Depok, membuat Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Depok mengadakan rapat koordinasi pertemuan jejaring TB lintas sektoral se-Kota Depok di aula Bappeda, Balai Kota Depok, Rabu (30/12/15).

Di Kota Depok sendiri, PPTI telah menemukan 1400 penderita yang diduga terjangkit TB dan 10 persen di antaranya positif menderita TB.

“Penyakit TB masih menjadi tantangan besar buat kita, bahkan untuk penyakit menular, TB merupakan penyebab kematian nomor satu. Setiap harinya terdapat 183 orang di dunia meninggal karena penyakit tersebut,” terang Ketua PPTI Kota Depok, Anna Rozaliyani.

Anna mengakui, Indonesia belum terlalu sukses dalam menangani kasus TB. Namun patut disyukuri setiap tahunnya, penanganan TB yang berkesinambungan membuat peringkat TB di mata dunia semakin lama semakin menurun. Saat ini Indonesia menduduki peringkat kelima setelah beberapa tahun lalu sempat menduduki peringkat ketiga di dunia.

Sementara itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il yang saat itu hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit TB membuat penyebaran virus tersebut sangat cepat, sehingga masyarakat yang positif terjangkit TB terus bertambah.

“Biasanya ada tiga masalah penderita TB yang sering dihadapi, dia tidak tahu, dia tidak punya waktu dan dia tidak mau memeriksakan diri ke Puskesmas. Orang-orang yang seperti ini ada baiknya petugas yang menyambangi dan diberikan arahan serta pengobatan lebih lanjut,” ujar Nur Mahmudi.

Dirinya berharap dengan adanya mitra-mitra seperti PPTI, Dinas Kesehatan, PKK dan pihak-pihak terkait, mampu memberantas TB di Kota Depok hingga ke akar-akarnya.

“Melalui mitra-mitra tersebut yang melakukan proses penyisiran, pendataan terhadap warga-warga sampai melakukan sosialisasi dan pelatihan tenaga  di lapangan, dengan harapan penderita dapat terus berkurang hingga zero (nol) di Kota Depok,” tegasnya. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :