depok.go.id – Kemunculan internet sebagai hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah bukan barang asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Mulai dari masyarakat perkotaan hingga ke pelosok desa sudah terjamahi oleh canggihnya teknologi informasi.

Semakin berkembangnya teknologi diperlukan cara berpikir dewasa yang bijak dalam mengelola dan menggunakan internet. Bijak dalam menggunakan internet akan lebih produktif dan memberikan manfaat bagi setiap penggunanya, seperti memperluas pengetahuan, media entrepreneurship, dan manfaat-manfaat lainnya.

“Kemunculan internet adalah sebuah keniscayaan keberadaannya, ia bagai pisau bermata dua yang bisa menjadi positif atau negatif penggunaannya,” ujar Sri Utami, anggota DPRD Kota Depok, saat mengisi sosialisasi internet sehat belum lama ini.

Dirinya menambahkan fenomena saat ini mulai dari anak-anak hingga orang tua sudah banyak menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh internet, baik untuk mengirim surat elektronik, membaca berita, menonton video live streaming, mengirim tugas kepada guru atau dosen, maupun hanya sekedar bermain-main dengan media sosial dan game online.

Menurut Sri, kehadiran internet yang semakin marak menjadi bukti bahwa laju informasi di abad sains dan teknologi serta globalisasi ini semakin cepat, sangat deras, dan sulit untuk dibendung. Ia mengimbau kepada seluruh orang tua di Kota Depok untuk melakukan 3 diskusi wajib penggunaan internet pada anak-anak di rumah.

“Coba orang tua diskusikan mengenai kebutuhan, rasa tanggung jawab, serta diskusi mengenai risiko yang didapat dari aktif menggunakan internet,” jelas Sri.

Wanita yang concern dengan isu-isu perempuan dan anak ini juga mengungkapkan bahwa keberadaan  internet bisa digunakan secara bijak untuk mengawasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Ia berharap dengan perkembangan internet dapat membantu masyarakat dalam berinovasi dan bersaing di kancah internasional untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran besar yang bisa mengubah peradaban ke arah yang lebih baik. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :