Ketua P2TP2A Kota Depok, Elly Farida (tengah), saat mengunjungi rumah korban siswi penerima hukuman. (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Kasus hukuman yang menimpa siswi asal Depok yang bersekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) swasta di Kabupaten Bogor, sudah ditangani Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok. Melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), DPAPMK memberikan pendampingan psikologi terhadap siswi penerima hukuman hingga sembuh.

Menurut Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari, pendampingan dimulai sejak diterimanya informasi terkait siswi inisial G yang dihukum push up oleh pihak sekolah karena diduga menunggak biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Tim DPAPMK bersama P2TP2A Kota Depok langsung mengunjungi rumah orangtua siswi pada 29 Februari 2019.

“Saat hari pertama kami datangi rumah siswi kelas IV itu, namun belum bisa bertemu dengan orangtuanya. Baru di hari kedua, kami bertemu langsung dengan orangtua siswi tersebut. Orangtuanya cukup kooperatif dan komunikatif, sehingga memudahkan tim kami untuk melakukan proses pendampingan dari anak mereka,” ucap Nessi kepada depok.go.id di Balai Kota Depok, Kamis (31/01/19).

Sementara itu, Ketua P2TP2A Kota Depok, Elly Farida menuturkan, P2TP2A langsung memberikan pendampingan psikologis terhadap korban anak tersebut. Diharapkan dengan pendampingan psikologi dapat menghilangkan trauma siswa, sehingga pulih dan bisa kembali bersekolah.

“Terkait dengan sekolah, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan P2TP2A Kabupaten Bogor. Kemudian, untuk pemulihan psikologi anak maupun hak mendapatkan pendidikan adalah menjadi perhatian utama yang dilakukan Pemkot Depok lewat DPAPMK, P2TP2A, dan Disdik,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :