Kisa

Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA) Depok saat mengadakan rapat internal di Smart Space, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Selasa (01/03/2016). (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Dalam mewujudkan internet yang sehat bagi anak butuh peran orang tua. Agar ikut mengawasi seluruh aktivitas anak pada saat menggunakan internet. Karena itu, Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA) Depok kerap mengikutsertakan orang tua diberbagai seminar yang berkaitan dengan pencegahan anak untuk mengakses konten negatif dunia maya.

“Ada keresahan yang berasal dari para orang tua. Di satu sisi, mereka ingin anak menguasai perkembangan teknologi. Namun, di lain hal orang tua juga merasa khawatir nantinya anak mereka justru mengakses berbagai konten negatif. Untuk itu, kami ingin agar para orang tua ikut memantau pada saat anak mereka menggunakan internet,” ujar Ketua KISA Depok, Rita kepada depok.go.id, Jumat (31/03/2017).

Dikatakannya, para orang tua juga harus dapat menciptakan kenyamanan hubungan dengan anak. Sehingga akan tercipta sebuah jalinan komunikasi yang saling terbuka antara anak dengan orang tua.

“Kalau seandainya anak itu sudah terlanjur membuka konten yang negatif, jangan hanya disalahkan. Namun orang tua juga harus menggali informasi, kemudian anak diberitahu mengapa mereka tidak boleh mengakses konten tersebut. Jadi biarkan anak untuk bercerita dengan orang tua,” jelasnya.

Lebih lanjut, penulis buku Terjebak di Dunia Maya yang juga merupakan ibu dari dua anak tersebut mengatakan, selain memperkuat peran orang tua, untuk mewujudkan internet yang sehat dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman langsung terhadap konten negatif terhadap anak. Diharapkan, dengan upaya tersebut dapat memberikan imunitas bagi anak untuk menolak setiap hal yang berbau negatif yang terdapat di internet.

“Anak juga perlu diajarkan untuk memilih dan memahami. Konten mana yang baik bagi mereka, serta konten mana yang lebih banyak mengandung unsur negatif. Sehingga tanpa perlu didampingi orang tua, anak akan secara mandiri dapat memilih konten mana yang layak untuk mereka akses. Tentu disesuaikan dengan usia anak tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Anggota KISA Depok, Netty Susanti menuturkan, terdapat lima hal yang dapat mendorong terwujudnya internet sehat bagi anak. Pertama, harus terjalin komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak.

“Anak harus selalu berkomunikasi dengan orang tua tentang apa yang dilakukan dengan internet, apa yg dilihat dan apa yang akan dibuka. Jika tidak jelas harus bertanya kepada ayah, bunda atau orang dewasa di sekitar yang paham,” katanya.

Kemudian, hal kedua adalah harus adanya kesepakatan antara anak dengan orang tua terkait situs apa saja yang diperbolehkan untuk diakses. Hal ini menjadi penting agar dapat menutup kemungkinan bagi anak untuk mengakses konten yang tidak disepakati dengan orang tua.

Kemudian, untuk ketiga, sambung Netty harus ada kesepakatan antara orang tua dengan anak terkait informasi apa saja yang dapat diakses. Selain itu, mereka juga harus menjalin kesepakatan terkait kepada siapa saja informasi yang mereka peroleh tersebut dapat disebarluaskan.

“Anak juga tidak boleh mudah percaya kepada orang asing atau memberikan data diri kepada orang lain yg tidak dikenal. Segera beritahu orang tua jika ada perlakuan yang tidak baik di dunia maya,” tuturnya.

Keempat, adalah dengan memasang aplikasi yang berfungsi untuk memfilter konten-konten yang dianggap berbahaya. Kemudian yang kelima adalah dengan meminta pendampingan dari orang tua pada saat menggunakan internet.

“Yang paling penting adalah pendampingan dari orang tua kepada anak tersebut,” tandasnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :