depok.go.id-Wali Kota Depok, Mohammad Idris, resmi meluncurkan program Joyful Traffic Management (JoTRAM). Program tersebut berupa lima langkah strategis yaitu, tersedianya Bus Margonda Commuter, pemutaran lagu dan sosialisasi berlalu lintas di pertigaan Ramanda, pemberdayaan seniman jalanan, kehadiran shelter ojek online di Ramayana, serta uji coba contra flow di Jalan Raya Arief Rahman  Hakim.

“Kepadatan penduduk di Kota Depok setiap tahunnya semakin naik. Maka itu, kemacetan tidak dapat terhindarkan. Kebijakan yang kita lakukan ini adalah upaya untuk menatanya,” ujar Mohammad Idris usai meluncurkan program JoTRAM di Terminal Terpadu Kota Depok, Sabtu (31/08/2019)

Dirinya menjelaskan, JoTRAM adalah rencana jangka pendek dalam mengatasi persoalan kemacetan di Kota Depok. Sedangkan jangka panjangnya, kata Mohammad Idris, adalah pembangunan 4 ruas jalan bebas hambatan antara lain  Depok-Antasari dan Cijago bersama pemerintah pusat.

“Sekarang ini warga Depok masih terfokus dengan Margonda. Namun, ke depan kami sedang mencanangkan pembangunan pusat keramaian di empat titik seperti di Cinere, Bojongsari, Limo dan Tapos sambil menunggu pelebaran Jalan Raya Sawangan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, setiap kebijakan yang diambil selalu berdasarkan kajian. Menurutnya, JoTRAM dilakukan untuk sedikit mengurangi kepadatan kendaraan dengan pendekatan berbagai disiplin ilmu, baik sosial dan seni.

“Di dalamnya ada upaya mengurangi kemacetan, ditambah dengan terus mengedukasi masyarakat terkait tertib lalu lintas,” ucapnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :