pak kusumo2

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Kusumo. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Selama kurun waktu satu tahun terakhir, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok melalui Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan yang telah dibentuk, telah mengamankan 153 pembuang sampah liar yang selama ini kedapatan membuang sampah sembarangan di Kota Depok. Ketegasan Tim Buser tersebut, dinilai cukup efektif dalam mendisiplinkan pembuang sampah.

“Sampai Desember akhir ini, sudah ada 153 orang yang kami amankan. Mereka yang terjaring, kita serahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk didaftarkan di pengadilan dan mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ujar Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Kusumo, Minggu (31/12/17).

Pihaknya juga mengklaim, keberadaan Tim Buser mampu menekan angka pembuang sampah yang kerap menjalankan aksinya di jalan-jalan sepi. Menurut data yang dihimpun, sepanjang 2016 ada sebanyak 237 orang pembuang sampah diamankan dari sejumlah wilayah di Kota Depok. Dari 237 yang diamankan itu, tidak semuanya warga Depok. Sebanyak 103 pelaku diketahui ber-KTP Depok dan 134 lainnya ber-KTP luar Kota Depok.

Kusumo juga mengakui, pembuang sampah liar pada tahun 2017 ini, 70 persen orang luar Depok, dan hanya 30 persen yang warga Depok. Ia menyebutkan, lokasi yang sering ditemui pembuang sampah liar seperti, di Jalan Margonda, Juanda, Jalan Tapos, Jalan Raya Bogor, underpass dan jalan utama lainnya.

“Tahun ini, 70 persen yang terjaring adalah warga luar Depok. Umumnya mereka sekalian melintas wilayah Depok. Misalnya warga Bogor, Ciputat, Tangerang, Bekasi dan wilayah lainnya. Setelah diinterogasi, memang ada unsur kesengajaan,” ucapnya.

Pihaknya menyebut, untuk efektivitas kinerja, Tim Buser akan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepanjang hari di beberapa titik yang dianggap rawan pembuang sampah liar. Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan Depok sebagai kota yang bersih dari sampah sesuai target Zero Waste City tahun 2020 yang telah dicanangkan.

“Pukul 02.00 WIB sampai 03.00 WIB dini hari, merupakan jam-jam rawan pembuang sampah liar beraksi. Namun, dengan kurang lebih 100 orang Tim Buser yang kami miliki, setiap titik tidak luput dari pengawasan. Melalui aksi ini diharapkan bisa memberikan efek jera kepada para pembuang sampah liar,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :